Lima bintang untuk Mahkota Medical Center
Pelayanannya luar biasa, mulai dari dokter saya, Dr. Premathevan, kedua asisten di klinik, perawat yang bertugas di Ruang 770, dan staf pendaftaran di lantai 3. Semua orang sangat baik dan ramah.
Saya datang ke sini atas rekomendasi kantor perwakilan Mahkota di Palembang. Saya membuat janji temu untuk tanggal 28 Januari. Saat saya tiba, saya urutan kedua dalam antrean. Berdasarkan hasil MRI yang saya bawa dari Indonesia, saya langsung disarankan untuk menjalani artroskopi dan biopsi karena dugaan tumor di lutut saya. Saya harus bernegosiasi karena biayanya cukup tinggi, apalagi nilai tukar mata uang Indonesia sudah turun drastis (total biaya 26.000 RM). Akhirnya saya menyetujui operasi pada tanggal 29 Januari. Saya diminta berpuasa mulai pukul 00:00 dan diminta datang dari IGD pukul 06:00. Pendaftaran sangat cepat.
Staf pendaftaran di lantai 3 juga hebat dan ramah. Saya bolak-balik karena ayah saya juga sedang melakukan pemeriksaan.
Pada pukul 06:30 tanggal 29 Januari, saya berada di kamar 770. Saya diberi gaun operasi, dan perawat memeriksa tekanan darah serta suhu saya. Mereka berulang kali memeriksa tekanan darah saya, karena saya ketakutan. 😅 Saya sangat bersyukur semua perawat yang bertugas hari itu sangat ramah. 🤩🫶🏻. Sekitar pukul 07:30, dokter datang untuk menandai area yang akan dioperasi, dan saya langsung dibawa ke ruang operasi.
Saat tiba di ruang operasi, saya diperiksa oleh dokter anestesi, Dr. Lim Nyang Meng. Mengenai rencana anestesi, dokter merekomendasikan anestesi spinal daripada GA, tetapi saya memilih GA karena saya takut. Dokter berkata, "Baiklah kalau begitu, tidak apa-apa tidur sebentar saja." 🤣 Dokter sangat ramah, bahkan memasang jalur infus sendiri. Seluruh staf ruang operasi, termasuk perawat Tionghoa, Malaysia, dan India, semuanya sangat ramah, sehingga saya tidak merasa takut selama berada di ruang operasi.
Setelah operasi, saya dibangunkan untuk pindah ke kamar. Perawat beberapa kali datang untuk memeriksa tekanan darah saya karena masih tinggi. Ahli gizi pria yang mengantarkan makanan juga sangat ramah. Ayah saya meminta saya menjadi vegetarian, dan semua makanannya lezat 🤤. Meskipun kamar tersebut untuk empat pasien, kamar itu sangat bersih, dengan TV dan AC untuk setiap tempat tidur pasien.
Malam itu, dokter berkunjung, dan saya diizinkan pulang. Pada tanggal 30, saya pergi ke klinik pukul 11 pagi. Sayangnya, saya tidak bertemu dokter pada hari itu. Tapi jangan khawatir, Cece, asisten Dokter Prem, yang namanya tidak saya ketahui, sangat ramah dan sabar saat mengajari saya cara mengganti perban luka saya 🫶🏻🫶🏻.
Pada tanggal 31, ternyata saya mengalami reaksi alergi terhadap antibiotik, dan seluruh tubuh saya gatal. Untungnya, saya masih berada di Melaka. Saya langsung pergi ke klinik. Cece, asistennya, belum tiba. Kakak saya yang menginap segera menelepon Dr. Prem. Setelah kunjungan, mereka bertemu untuk mendapatkan obat tambahan untuk alergi.
Saat ini saya dalam fase pemulihan. Syukurlah, hasilnya dikirim melalui WhatsApp pada tanggal 2 Februari, dan ternyata bukan tumor. Semoga keluhan nyeri lutut saat jongkok saya akan hilang. Oh ya, yang mengejutkan, rumah sakit ini menyediakan rekaman video prosedur artroskopi saya 😂, sangat bagus.
Saya seorang dokter umum di Indonesia dan saya sangat puas dengan pelayanan di MMC. Saya tidak bermaksud membandingkan rumah sakit di Indonesia dan Malaysia, tetapi saya jarang melihat pelayanan yang konsisten di setiap ruangan. Saya berharap pelayanan seperti ini terus berlanjut, dan saya berharap semua staf selalu memberikan yang terbaik untuk pasien mereka.
Maaf jika ulasan saya sangat panjang, saya hanya ingin berbagi pengalaman saya di MMC.
Terima kasih 😊😍🙏🏻.