Bagi saya, dokter yang baik adalah dokter yang selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan pasien di atas segalanya. Saya beruntung bertemu dengan Dr. Lee Zhen-Vin di Damansara Specialist Hospital 2, dan beliau memang seorang dokter yang baik. Pada bulan April tahun ini, saya mulai sering mengalami sesak napas, nyeri dada, dan rasa sesak di dada, terkadang bahkan mati rasa di lengan kiri. Saya menghubungi Dr. Lee Zhen-Vin, dan setelah memahami kondisi saya, beliau menyarankan saya untuk menjalani dua pemeriksaan: ekokardiogram (Echo) dan tes stres (stress test). Hasil laporan mengkonfirmasi adanya kelainan pada otot jantung saya, dan tes stres menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh darah. Namun, tingkat penyumbatan tersebut perlu dipastikan melalui angiogram. Dr. Lee Zhen-Vin menjelaskan secara rinci mengapa angiogram diperlukan, dan juga memberitahu saya bahwa jika penyumbatan terbukti melebihi tingkat berbahaya, maka angioplasti harus dilakukan bersamaan. Selain itu, beliau menjelaskan secara mendetail semua potensi risiko yang mungkin dihadapi selama prosedur, bahkan tidak menyembunyikan risiko sekecil kurang dari 0,01%. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan mempertimbangkan risikonya, saya dirawat di rumah sakit pada hari Selasa dengan didampingi keluarga. Pada hari Rabu, saya menjalani angiogram di ruang operasi. Dengan penggunaan alat canggih, termasuk Optical Coherence Tomography (OCT), Dr. Lee Zhen-Vin dengan jelas menguasai tingkat penyumbatan pembuluh darah saya. Karena penyumbatan melebihi 90%, maka angioplasti juga harus dilakukan. Namun, sebelum melakukan angioplasti, beliau kembali menjelaskan kepada saya dan keluarga, dan setelah mendapatkan persetujuan kami, beliau bersama tim medis profesional lainnya memulai prosedur angioplasti. Seluruh prosedur, dari masuk ruang operasi hingga kembali ke bangsal, memakan waktu sekitar 3 jam. Dr. Lee Zhen-Vin mempertahankan sikap fokus sepanjang waktu, tanpa menunjukkan kelalaian sedikit pun. Setelah angioplasti selesai, saya beristirahat di bangsal. Malam itu, Dr. Lee Zhen-Vin secara pribadi datang menjenguk saya dan memberikan semangat untuk pemulihan saya. Keesokan harinya, meskipun sibuk, beliau tetap menyempatkan diri untuk memberikan nasihat mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pulang ke rumah. Setelah selesai masa rawat inap, saya pulang untuk melanjutkan pemulihan. Selama masa ini, saya menyadari munculnya perasaan cemas, yang saya sampaikan kepada Dr. Lee Zhen-Vin. Beliau segera merespons, berulang kali memberikan penjelasan dan bimbingan. Kini tiga bulan telah berlalu, dan saya sudah kembali bekerja. Namun, saya masih sesekali mengalami kecemasan pasca operasi, dan Dr. Lee Zhen-Vin terus memberikan dorongan tanpa menunjukkan ketidaksabaran atau mengabaikan saya. Harus saya katakan, bertemu dengan dokter yang profesional saja sudah sulit, apalagi bertemu dengan dokter yang profesional sekaligus peduli terhadap pasien. Saya beruntung karena telah bertemu Dr. Lee Zhen-Vin. Sekali lagi, terima kasih; berkat Anda, saya tidak hanya terhindar dari kemungkinan kematian mendadak, tetapi juga dapat kembali menjalani hidup yang 'berhati' baru. Oh ya, sekadar informasi tambahan, terima kasih juga kepada Damansara Specialist Hospital 2. Lingkungannya sangat luar biasa, dan staf medisnya sangat ramah. Diam-diam saya katakan, makanannya di sini benar-benar lezat, sama sekali tidak seperti makanan rumah sakit, bahkan saya bisa makan dengan tenang setelah operasi.